fakta wahabi
Melanjutkan daripada pembahasan yang lalu di klik sini : Bantahan Terhadap Kaum Wahabi Yang Anti dan Melecehkan Tahlil

Sekarang baiklah, kita akan kupas pendapat ”Imam” mereka sendiri; Ibn Taimiyah, yang oleh orang-orang Wahhabiyyah setiap kata-katanya adalah ketetapan yang tidak dapat diganggu gugat. Namun, ingat kutipan kita dari pendapat Ibn Taimiyah ini bukan artinya bahwa ia sebagai rujukan bagi kita, tapi ini sebagai bantahan untuk ”menohok” kaum Wahhabiyyah bahwa ”Imam” mereka sendiri dalam hal ini tidak sejalan dengan apa yang mereka yakini.

Pertama-tama supaya anda ketahui bahwa faham-faham ekstrim kaum Wahhabiyyah ini mereka ambil dari setiap jengkal pendapat Ibn Taimiyah, termasuk di antaranya faham tasybih dan tajsim; mengatakan Allah bertempat di atas arsy, mengatakan bahwa Allah memiliki ukuran dan batasan, mengatakan bahwa Allah bergerak turun naik, dan lainnya. Na’udzu Billah. Setiap apa yang dianggap baik oleh Ibn Taimiyah maka mereka akan bersikukuh bahwa itu baik, dan apa yang dianggap buruk oleh Ibn Taimiyah maka mereka akan ”membabi buta” memeranginya. Mereka seakan menganggap bahwa pendapat Ibn Taimiyah laksana ”nash la yaqbal at-tawil”.

Perhatikan, Ibn Taimiyah dalam kumpulan fatwa-fatwanya ngomong begini: ”Bacaan al-Qur’an yang akan sampai (bermanfaat bagi mayit) adalah yang dibacakan ikhlas karena Allah”. (Lihat Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, j. 24, h. 300)

Pada halaman yang sama dia juga ngomong begini: ”Barangsiapa membaca al-Qur’an ikhlas karena Allah lalu ia hadiahkan pahalanya untuk mayit maka hal itu dapat memberikan manfaat baginya”. (Lihat Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, j. 24, h. 300).

Pada halaman lainnya dia ngomong lagi: “Akan sampai kepada mayit bacaan (al-Qur’an) dari keluarganya, bacaan tasbih mereka, bacaan takbir mereka, dan seluruh bacaan dzikir mereka jika memang mereka menghadiahkan pahala bacaan tersebut bagi mayit itu. Itu semua akan sampai kepadanya”. (Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, j. 24, h. 324).

Di halaman lainnya dia berfatwa begini: “Allah tidak menyatakan bahwa seseorang tidak dapat mengambil manfaat kecuali dengan jalan usahanya sendiri. Tetapi yang difirmankan oleh-Nya adalah:

وَأَن لَّيْسَ لِلإِنسَانِ إِلاَّمَاسَعَى (النجم: 39)

Yang dimaksud ayat adalah bahwa seseorang tidak dapat MEMILIKI sesuatu apapun dari suatu kebaikan kecuali hasil usahanya sendiri, adapun yang bukan dari usahanya sendiri maka ia TIDAK DAPAT MILIKI-nya. Maka hasil usaha orang lain adalah MILIK orang itu sendiri, bukan milik siapapun. Perumpamaannya pada harta; seseorang hanya dapat MEMILIKI hartanya sendiri, dan ia dapat mengambil manfaat dari harta yang ia MILIKI tersebut, harta tersebut bukan MILIK orang lain, harta dia MILIK dia, harta orang lain MILIK orang lain. Akan tetapi bila seseorang berderma bagi orang lain dengan hartanya tersebut maka tentunya hal itu dibolehkan (dan memberikan manfaat bagi orang lain tersebut). Demikian pula bila seseorang berderma bagi orang lain dengan usahanya maka tentu itu juga memberikan manfaat bagi orang lain tersebut; sebagaimana seseorang akan memberikan manfaat bagi orang lain dengan jalan doa baginya, dan atau dengan jalan bersedekah baginya. Orang yang dituju (dengan doa atau sedekah) tersebut akan mengambil manfaat, dan akan sampai kepadanya segala kebaikan dari setiap orang muslim; baik orang-orang dari kerabatnya atau lainnya (jika memang ditujukan/dihadiahkan/didermakan baginya), sebagaimana seseorang (mayit) mengambil manfaat dari pekerjaan shalat dari orang-orang yang menshalatkannya, dan atau dari doa mereka baginya di sisi kuburnya”. (Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, j. 24, h. 367)

Kita katakan kepada orang-orang Wahhabi: Mau lari kemana kalian?????? Tau ga? tanpa kalian sadari, sebenarnya sama saja kalian telah mengatakan bahwa "Imam" kalian yang sangat kalian cintai; Ibn Taimiyah, derajatnya lebih rendah dari derajat seorang pelacur?????????????

Peringatan:

Periksa sanak keluarga anda, jangan sampai ada yang memiliki faham wahhabi; seperti keyakinan mereka bahwa membaca tahlil atau membaca al-Qur'an untuk mayit adalah bid'ah, syirik, bahkan mereka mangkafirkan orang-orang Islam yang melakukan itu. Jangan sampe deh anda punya anak berkeyakinan begitu, karena bila begitu maka anda akan merugi di dunia dan di akhirat. Di dunia anda lelah memaras keringat untuk membiayainya, tapi begitu anda meninggal maka anda akan dijadikan layaknya "bangkai", dibungkus, dikubur diinjak-injak, dia tidak mau mendoakan anda, tidak mau membacakan walau hanya satu kali bacaan surat al-Fatihah untuk anda,apa lagi untuk mengkhatamkan al-Qur'an. mau???? jangan ampe deeeeh!!!!! Na'udzu Billah!!!!!

0 komentar:

Post a Comment

 
Top