Friday, May 31, 2013

Wahabi Memalsukan Kitab Nihayah al-Qaul al-Mufid

fakta wahabi
الحمد لله، والصلاة والسلام على سيدنا رسول الله، وعلى آله وصحبه وبعد

هذا الكتاب : نهاية القول المفيد من أعظم كتب التجويد التي ظهرت في أول القرن الرابع عشر الهجري إن لم يكن أعظمها، وقد طبع الكتاب في مصر طبعات قديمة بعناية العلامة الضباع، لكن هناك طبعة جديدة بتحقيق الأستاذ العالم طه عبدالرؤوف سعد خرجت عن دار الصفا هذه صورتها

Ini adalah kitab Nihayah al-Qaul al-Mufid fi Ilm at-Tajwid karya Syaikh Muhammad Makki Nashr al-Juraisi, Imam Masjid az-Zahid Kairo Mesir. Buku ini ditahkik oleh Syaikh al-‘Allamah ad-Dhabba’ dan dicetak pada awal abad ke-14 Hijriah dengan versi cetakan lama.

Namun pada cetakan baru terbitan Maktabah ash-Shafa yang terletak di Darbu al-Atrak di samping Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, dengna pentahkiknya Syaikh Thaha Abdur R’uf Sa’ad, buku itu mengalami perubahan teks asli.

Ucapan Syaikh Muhammad Makki Nashr al-Juraisi  dipalsukan. Diduga, pemalsuan ini dilakukan oleh pihak penerbit, yaitu Maktabah ash-Shafa, yang memang kencang menerbitkan buku-buku berfaham Salafi Wahabi di Mesir. Di dalam buku yang dipalsukan itu, mereka enggan untuk menulis dan mengakui —sesuai teks aslinya— bahwa Syaikh Muhammad Makki Nashr al-Juraisi adalah seorang sufi yang menempuh jalan tarekat (thariqah) Imam Sadzily, bahkan beliau menyelam dan basah kuyup di dalam tarekat sufinya itu.

Inilah scan teks dari buku Nihayah al-Qaul al-Mufid fi Ilm at-Tajwid versi asli sebelum dipalsukan (silakan cermati redaksi yang digarisbawah):

fakta wahabi

Sedangkan gambar di bawah ini adalah versi palsu berikut perubahan teksnya:

fakta wahabi

Anda dapat membandingkan tulisan tersebut, antara versi yang telah diubah (palsu) dengan versi asli, khususnya yang tulisannya ditandai dengan garis. Lebih jelasnya, penulis salinkan tulisan di versi asli tersebut sebagai berikut:

فيقول أسير الشهوات كثير الهفوات الرا خي من مولاه الفوز والنصر الفقير محمد مكي نصر الجريسيّ مولدا والشافعي مذهبا الشاذلي طريقة ومشربا. إن أولي ما شغل العبد به لسانه وعمر به قلبه وجنانه وأفضل مايقوسل به إلي نيل الغفران وأعظم مايتو صل به إلي دخول الجنان قراءة كتاب الله الجيد
"Telah berkata-orang yang digelari-sang Pemenjara Syahwat, sang Banyak Hikmah, sang Pengharap Pertolongan dan Kemenangan dari Tuhannya, yaitu al-Faqir Muhammad Makki Nashr yang dilahirkan di Jurais, bermazhab Syafi'i, bertarekat Syadzili dan menyelam di dalamnya: "Sesungguhnya kesibukan seorang hamba yang paling utama dari lidah, hati dan pikirannya, dan tawasul yang paling afdal untuk memperoleh ampunan Allah, serta wasilah yang paling agung untuk masuk ke dalam surga-Nya adalah membaca Al-Qur' an yang mulia..."
Sedangkan tulisan pada versi palsunya tertulis:

فيقول أسير الشهوات كثير الهفوات الرا خي من مولاه الفوز والنصر الفقير محمد مكي نصر الجريسيّ مولدا والشافعي مدهبا . إن أولي ما شغل العبد به لسانه وعمر به قلبه وجنانه وأفضل مايقوسل به إلي نيل الغفران وأعظم مايتو صل به إلي دخول الجنان قراءة كتاب الله الجيد
"Telah berkata-orang yang digelari-sang Pemenjara Syahwat, sang Banyak Hikmah, sang Pengharap Pertolongan dan Kemenangan dari Tuhannya, yaitu al-Faqir Muhammad Makki Nashr yang dilahirkan di Jurais, bermazhab Syafi'i, * * * ** kalimat di sini menghilang* * * * *: "Sesungguhnya kesibukan seorang hamba yang paling utama dari lidah, hati, dan pikirannya, dan tawasul yang paling afdal untuk memperoleh ampunan Allah, serta sarana yang paling agung untuk masuk ke dalam surga- Nya adalah membaca Al-Qur'an yang mulia..."
Dengan penghapusan dan pemalsuan tersebut, sepertinya Salafi Wahabi merasa takut sekali jika umat Islam mengamalkan nilai-nilai ajaran tasawuf. Padahal, nilai-nilai tasawuf itu pada hakikatnya dari Rasulullah Saw. Pada masa Rasul, sebagaimana masyhur adanya, kata tasawuf sebagai istilah tentang ilmu tertentu belum muncul, namun hakikat dan spiritnya sudah ada dalam kehidupan sehari-hari beliau. Demikian pula istilah fikih, ilmu kalam, dan lain-lain.

Sebaiknya, biarkan saja teks-teks tulisan ulama berada di buku itu seperti apa adanya, tidak perlu diubah, apalagi dipalsukan. Sebab, tasawuf ada dalilnya dari ajaran Rasulullah Saw., dan karenanya perlu disampaikan, bukan ditutup-tutupi. Biarkan saja umat yang menilai, mana yang baik dan mana yang buruk. Toh Rasulullah Saw telah menjamin bahwa umatnya tidak akan mudah tergelincir ke dalam jurang kemusyrikan, sebagaimana disinggung pada sebuah hadis:

إنّي اُعطيت مفاتيح خزثڽ الأرض أومفاتيح الأرض وإنّي والله ما أخاف عليكم أن تشركوا بعدي ولكن أخاف عليكم أن تنافسوا فيها
"Sesungguhnya aku telah diberikan berbagai kunci gudang-gudang dunia—atau kunci-kunci dunia—dan sesungguhnya aku tidak takut (sama sekaii) kalian akan musyrik setelah wafatku. Namun, yang aku takutkan terhadap kalian adalah kalian saling memperebutkan dunia." (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, Baihaqi, Thabarani, Ibnu Hibban dan lainnya).

Komentar Bejat Ulama Wahabi Tentang Kesyahidan Syaikh Ramadhan Al-Buthi

fakta wahabi
Ini adalah cuplikan komenatar Ulama WAHABI, Dr Abdul Aziz bin Nada Al Utaiby (dia ini adalah murid dari bin Baz, Al Bani, Utsaimin dan Muqbil bin Hadi Al Wadi’i) ketika ditanya mengenai meninggalnya Syaikh Romdhon Al Buthy.

السؤال:
ما تعليقكم على مقتل البوطي في عملية تفجيرية انتحارية؟ وهل يجوز الفرح بمقتله؟
الجواب:
1-اللهم نسألك حسن الختام، والستر أمام الأنام، ولا تختم لنا وأهلينا وإخواننا خاتمة سوء.
2- يجوز الفرح بهلاك كل من يكيد للإسلام والمسلمين شراً، كـ (الكفار والمبتدعة) وغيرهما.
3- وأما البوطي فأقول: أذهب إلى فرح أهل السنة بهلاك المبتدعة، إذا بيّن لهم ولم يرجعوا إلى الحق، والبوطي من رؤوسهم.
السؤال:
ولكن عمل التفجير نفسه الذي تم في المسجد وهلك فيه البوطي لا يجوز؟
الجواب:
صحيح إن وسيلة قتله لا تتفق مع الوسائل المشروعة، ولكن الفرح لهلاكه جائز، رغم أننا لا نقر الوسيلة.
والمعلوم: أن من واجب الولاة الأخذ على يد المبتدعة، بأنواع التعزير حماية للدين، كالقتل والسجن والجلد والنفي والتغريب (السجن)، فإن كف أذاهم وتعزيرهم مطلبٌ شرعي، ولكن إذا فقد ولي الأمر، وعمت الفوضى، فلا ينبغي لآحاد المسلمين القيام بعقابهم نيابة عن الولاة؛ فإن هذا مخالف للشرع، وقد يدفع المبتدعة لمقاتلة أهل السنة، فتكون مفاسد عظيمة... ولكن إن حصل وهلك أحد أولئك المبتدعة، بسببٍ ما، لا دخل لأهل السُّنة فيه، فيفرح لهلاكه، وندعو الله أن لا يتبع ذلك مفسدة، وردّة فعل على أهل السُّنة.. قال الراغب الأصفهاني: لا شيء أوجب على السلطان من رعاية أحوال المتصدين للرياسة بالعلم، فمن الإخلال بها ينتشر الشر، ويكثر الاشرار، ويقع بين الناس التباغض والتنافر.أهـ
كتبه. عبد العزيز بن ندى العتيبي
9 من جمادى الأولى 1434هـ

TERJEMAH :

PERTANYAAN :

"Apa komentar Anda tentang kematian Al Buty yang disebabkan oleh aksi bom bunuh diri? Apakah boleh bergembira dengan kematiannya?"

JAWAB :
“Ya Allah, kami memohon husnul khatimah, serta ditutupinya aib-aib kami di hadapan manusia. Dan janganlah Engkau mematikan kami, keluarga kami, saudara-saudara kami dengan su’ul khatimah.

Boleh hukumnya bergembira atas kematian setiap orang yang melakukan makar jahat terhadap Islam dan kaum muslimin, seperti orang-orang kafir, ahli bid’ah dan selainnya.

Adapun Al Buty, maka aku katakan, “Saya berpendapat, Ahlis Sunnah boleh bergembira atas kematian ahli bid’ah, jika telah dijelaskan pada mereka, namun mereka tidak mau bertaubat. Dan Al Buthy salah satu dari sekian banyak pentolan ahli bid’ah.”
PERTANYAAN :

"Akan tetapi, aksi bom bunuh diri yang dilakukan di mesjid, sehingga membunuh Al Buty dan yang lain bukankah adalah aksi yang tidak diperbolehkan ?"

JAWAB :
“Benar, sarana pembunuhan Al Buty ini tidak sesuai dengan syariat. Akan tetapi, bergembira akan kematiannya boleh, meski kita tidak menyetujui cara pembunuhan seperti ini.

Dan sudah maklum, bahwa diantara tugas penguasa untuk menghukum ahli bid’ah dengan berbagai macam bentuknya sebagai penjagaan terhadap agama, seperti hukum bunuh, penjara, dera, usir asingkan (penjara).

Karena mencegah kerusakan ahli bid’ah, serta menghukum mereka adalah sesuatu yang disyariatkan. Akan tetapi, jika penguasa kaum muslimin tidak ada dan kekacauan tersebar, maka tidak selayaknya salah satu dari kaum muslimin melakukan hukuman terhadap ahli bid’ah untuk menggantikan tugas penguasa. Karena ini menyelisihi syariat, dan bisa jadi hal ini akan menjadi sebab para ahli bid’ah membantai ahli sunnah, sehingga akan timbul kerusakan yang teramat sangat berbahaya.

Akan tetapi, jika salah satu ahli bid’ah mati dikarenakan sebab tertentu yang tidak dilakukan oleh Ahlis Sunnah. Maka, hendaknya Ahlis Sunnah bergembira disertai doa kepada Allah, agar kematiannya tidak mengakibatkan kerusakan yang akan menimpa Ahlis Sunnah."

Ar Raghib Al Asfahany berkata : "Tidak ada sesuatu yang lebih wajib bagi penguasa dari pada mengantisipasi orang-orang yang ingin menentang kekuasaan dengan berdasar ilmu. Jika hal ini diremehkan, maka keburukan akan menyebar, kejelekan akan menjadi banyak, serta terjadi permusuhan dan perpecahan diantara sesama manusia.”

Abdul Aziz Al Utaiby, 09 Jumadal Ula 1434 H

Semoga bermanfaat dan semoga mampu menyadarkan kita semua betapa bahaya dan radikalnya ajaran Wahhabi yang sesat ini.

Kamus Caci Maki Al-Bani [Ebook]

download - fakta wahabi
Terlalu banyak kalimat cacian, hinaan, dan sumpah serapah yang dilontarkan Muhammad Nashiruddin al-Albani kepada para ulama terdahulu dan zaman sekarang, sehingga tidak terhitung lagi jumlahnya saking banyaknya.  Sampai-sampai ulama asal Yordania, Syaikh Hasan bin Ali As-Segaf merangkum cercaan dan cacian mulut kotor al-Albani dalam sebuah buku berjudul Qamus Syata’im al-Albani (Kamus Caci Maki al-Albani). Buku setebal 206 halaman ini berisi tentang caci-maki al-Albani kepada para ulama terdahulu maupun ulama kontemporer.

Albani telah menghina dan mencaci maki para ulama dengan ungkapan-ungkapan yang tidak pantas dan tidak layak, beberapa diantaranya adalah:

- himar khassaf (keledai dungu)
- waqah (tidak punya rasa malu)
- syiddatu humqih (sangat tolol!)
- dhahalatu aqlih (sesat otaknya)
- istifhalu jahlil (ketololannya amat sangat!)
- jahul (orang tolol!)
- mubtadi’ (ahli bid’ah)
- dhal (sesat)
- kadzdzab (pendusta)
- mumawwih (pemalsu)
- mulabbis (penipu)
- ghairu mu’tamin ‘ala din (tidak amanah dalam agama)
- kanud (kufur nikmat)
- jahil (orang bodoh)
- halik (binasa)
- muta’ashshib (fanatik)
- azhim ul-ghaflah (sangat sembrono)
- thabl la yadri ma yakhruj min ra’sih (gendang yang tidak tahu apa yang keluar dari kepalanya)
- ka dhartati ‘air fi al-’ara (seperti ringkikan keledai liar di tanah lapang)
- fanzhuru ila iffatihi bal ufunatih (lihatlah kebersihannya bahkan kebusukan-kebusukannya)
- huwa akdzab min himari hadza (dia lebih dusta dari keledaiku ini)
- rafidhi mitslu al-himar (dia seorang rafidhi seperti keledai)


Dan masih terlalu banyak lagi ungkapan-ungkapan kotornya yang lain, yang itu menunjukan kerendahan akhlaknya dan ketidaklayakannya untuk diikuti dan diambil ilmu darinya. Lihatlah wahai para pembaca! sebenarnya dia sedang mempertontonkan aibnya sendiri!

Jika dia adalah pakar ulama hadits  (seperti klaim para pengikutnya), maka apakah layak dirinya dipercaya dalam menshahihkan dan mendha’ifkan hadits-hadits Nabi SAW? Seorang perawi hadits yang makan sambil berdiri atau duduk-duduk di pinggir jalan saja tidak boleh diterima hadits-haditsnya, apalagi ini, al-Albani yang gemar mencaci-maki (Apalagi dia sudah terbukti kecerobohannya dan kebohongannya).

Pantaskah ulama hadits berakhlaq seperti itu? Tidakkah dia mengamalkan hadits-hadits Nabi SAW tentang akhlaq yang dia riwayatkan sendiri? Nabi SAW bersabda :

ليس المسلم بالسّباب ولا بالفاحش ولا البذي
“Bukan seorang muslim yang suka mencaci-maki, berkata kotor, ataupun mencela”
Judul : Qamus Syata’im al-Albani
Pengarang : Sayyid Hasan bin Ali As-Segaf
Penerbit : دار الامام النووي
Bahasa : Arab
Tebal : 206 halaman
DOWNLOAD

Thursday, May 30, 2013

Cara Mudah Membuat Widget Top Komentator Dengan Avatar

tutorial blogspot
Sebelumnya saya sudah pernah membahas tutorial Cara Membuat Emoticons Smiley Pada Komentar Blogger, kali ini masih masih berkaitan dengan Komentar yaitu Widget top komentator, widget ini menampilkan avatar dari komentator. Style tentunya bisa anda modifikasi lagi sesuai dengan keinginan anda, menambahkan efek howover pada avatar atau nama, menampilkan jumlah komentar atau pada jenis dan size link komentator.

Adapun kegunaan dari widget ini, bisa anda maknai sebagai apresiasi untuk pengunjung setia anda atau undangan untuk menarik perhatian dan keinginannya agar lebih giat berkomentar diblog anda.

Jika anda tertarik untuk menambahkan widget top komentator menarik dengan avatar ini, silahkan ikuti tutorial berikut:
  • Pada dasbor –> Menu Tata Letak –> Tambah gadget HTML/JavaScript
  • Beri title/judul yang anda inginkan dan Pada kolom konten masukkan kode berikut:
<style type="text/css">
.top-commenter-line img {
-webkit-border-radius: 100px; -moz-border-radius: 100px; border-radius: 100px; -webkit-box-shadow: 0 1px 3px rgba(0, 0, 0, .4); -moz-box-shadow: 0 1px 3px rgba(0, 0, 0, .4); box-shadow: 0 1px 3px rgba(0, 0, 0, .4);
margin-left:5px;margin-right:5px;
}
.top-commenter-line {margin: 5px 0;border-bottom:1px solid #eee;padding:3px 5px 6px 0px;}
.top-commenter-line .profile-name-link {padding-left:0;font-weight:bold;}
.top-commenter-avatar {vertical-align:middle;width:30px;height:30px;
}
</style>
<script type="text/javascript">
//
// Top Commentators gadget with avatars, by MS-potilas 2012.
// Gets a list of top commentators from all comments, or specified number of days in the past.
// See http://yabtb.blogspot.com/2012/05/top-commenters-gadget-with-avatars.html
//
// CONFIG:
var maxTopCommenters = 5;   // how big a list of top commentators
var minComments = 1;        // how many comments must top commentator have at least
var numDays = 0;            // from how many days (ex. 30), or 0 from "all the time"
var excludeMe = true;       // true: exclude my own comments
var excludeUsers = ["Anonymous", "Nama Admin"];     // exclude these usernames
var maxUserNameLength = 42; // 0: don't cut, >4: cut usernames
//
var txtTopLine = '<b>[#].</b> [image] [user] ([count])';
var txtNoTopCommenters = 'No top commentators at this time.';
var txtAnonymous = '';      // empty, or Anonymous user name localized if you want to localize
//
var sizeAvatar = 56;
var cropAvatar = true;
//
var urlNoAvatar = "https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRTmCf8Z6zLmGWoVeiDU-37PAu_xI00sYxKuMX9NKa9wsF-0A8-6fjuJo8nrYeHeGUhF74QiMIGsuVHBTPifARo3Tnwpktqf6T-vELs8zXzthfcC1fLFV66Qox6XIs_qIvXoH4ndKEqEw/"+sizeAvatar+"/avatar_blue_m_96.png"; // http://www.blogger.com/img/avatar_blue_m_96.png resizeable
var urlAnoAvatar = 'http://www.gravatar.com/avatar/00000000000000000000000000000000?d=mm&s=' + sizeAvatar;
var urlMyProfile = ''; // set if you have no profile gadget on page
var urlMyAvatar = '';  // can be empty (then it is fetched) or url to image
// config end
// for old IEs & IE modes:
if(!Array.indexOf) {
 Array.prototype.indexOf=function(obj) {
  for(var i=0;i<this.length;i++) if(this[i]==obj) return i;
  return -1;
}}
function replaceTopCmtVars(text, item, position)
{
  if(!item || !item.author) return text;
  var author = item.author; 

  var authorUri = "";
  if(author.uri && author.uri.$t != "")
    authorUri = author.uri.$t; 

  var avaimg = urlAnoAvatar;
  var bloggerprofile = "http://www.blogger.com/profile/";
  if(author.gd$image && author.gd$image.src && authorUri.substr(0,bloggerprofile.length) == bloggerprofile)
    avaimg = author.gd$image.src;
  else {
    var parseurl = document.createElement('a');
    if(authorUri != "") {
      parseurl.href = authorUri;
      avaimg = 'http://www.google.com/s2/favicons?domain=' + parseurl.hostname;
    }
  }
  if(urlMyProfile != "" && authorUri == urlMyProfile && urlMyAvatar != "")
    avaimg = urlMyAvatar;
  if(avaimg == "http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" && urlNoAvatar != "")
    avaimg = urlNoAvatar;
  var newsize="s"+sizeAvatar;
  avaimg = avaimg.replace(/\/s\d\d+-c\//, "/"+newsize+"-c/");
  if(cropAvatar) newsize+="-c";
  avaimg = avaimg.replace(/\/s\d\d+(-c){0,1}\//, "/"+newsize+"/"); 

  var authorName = author.name.$t;
  if(authorName == 'Anonymous' && txtAnonymous != '' && avaimg == urlAnoAvatar)
    authorName = txtAnonymous;
  var imgcode = '<img class="top-commenter-avatar" height="'+sizeAvatar+'" width="'+sizeAvatar+'" title="'+authorName+'" src="'+avaimg+'" />';
  if(authorUri!="") imgcode = '<a href="'+authorUri+'">'+imgcode+'</a>'; 

  if(maxUserNameLength > 3 && authorName.length > maxUserNameLength)
    authorName = authorName.substr(0, maxUserNameLength-3) + "...";
  var authorcode = authorName;
  if(authorUri!="") authorcode = '<a class="profile-name-link" href="'+authorUri+'">'+authorcode+'</a>'; 

  text = text.replace('[user]', authorcode);
  text = text.replace('[image]', imgcode);
  text = text.replace('[#]', position);
  text = text.replace('[count]', item.count);
  return text;
} 

var topcommenters = {};
var ndxbase = 1;
function showTopCommenters(json) {
  var one_day=1000*60*60*24;
  var today = new Date(); 

  if(urlMyProfile == "") {
    var elements = document.getElementsByTagName("*");
    var expr = /(^| )profile-link( |$)/;
    for(var i=0 ; i<elements.length ; i++)
      if(expr.test(elements[i].className)) {
        urlMyProfile = elements[i].href;
        break;
      }
  } 

  for(var i = 0 ; i < json.feed.entry.length ; i++ ) {
    var entry = json.feed.entry[i];
    if(numDays > 0) {
      var datePart = entry.published.$t.match(/\d+/g); // assume ISO 8601
      var cmtDate = new Date(datePart[0],datePart[1]-1,datePart[2],datePart[3],datePart[4],datePart[5]); 

      //Calculate difference btw the two dates, and convert to days
      var days = Math.ceil((today.getTime()-cmtDate.getTime())/(one_day));
      if(days > numDays) break;
    }
    var authorUri = "";
    if(entry.author[0].uri && entry.author[0].uri.$t != "")
      authorUri = entry.author[0].uri.$t; 

    if(excludeMe && authorUri != "" && authorUri == urlMyProfile)
      continue;
    var authorName = entry.author[0].name.$t;
    if(excludeUsers.indexOf(authorName) != -1)
      continue; 

    var hash=entry.author[0].name.$t + "-" + authorUri;
    if(topcommenters[hash])
      topcommenters[hash].count++;
    else {
      var commenter = new Object();
      commenter.author = entry.author[0];
      commenter.count = 1;
      topcommenters[hash] = commenter;
    }
  }
  if(json.feed.entry.length == 200) {
    ndxbase += 200;
    document.write('<script type="text/javascript" src="http://'+window.location.hostname+'/feeds/comments/default?redirect=false&max-results=200&start-index='+ndxbase+'&alt=json-in-script&callback=showTopCommenters"></'+'script>');
    return;
  } 

  // convert object to array of tuples
  var tuplear = [];
  for(var key in topcommenters) tuplear.push([key, topcommenters[key]]); 

  tuplear.sort(function(a, b) {
    if(b[1].count-a[1].count)
        return b[1].count-a[1].count;
    return (a[1].author.name.$t.toLowerCase() < b[1].author.name.$t.toLowerCase()) ? -1 : 1;
  }); 

  // list top topcommenters:
  var realcount = 0;
  for(var i = 0; i < maxTopCommenters && i < tuplear.length ; i++) {
    var item = tuplear[i][1];
    if(item.count < minComments)
        break;
    document.write('<di'+'v class="top-commenter-line">');
    document.write(replaceTopCmtVars(txtTopLine, item, realcount+1));
    document.write('</d'+'iv>');
    realcount++;
  }
  if(!realcount)
    document.write(txtNoTopCommenters);
} 
document.write('<script type="text/javascript" src="http://'+window.location.hostname+'/feeds/comments/default?redirect=false&max-results=200&alt=json-in-script&callback=showTopCommenters"></'+'script>');
</script>
  • Silahkan konfigurasikan widget sesuai keinginan anda.
Tulisan berwarna merah dan bercetak tebal diatas (Nama Admin), silahkan diganti dengan nama anda jika anda tidak menginginkan masuk dalam lists top komentator
  • Simpan dan lihat hasilnya di blog anda.
Demikian tutorial menambahkan widget top komentator di blog. Semoga bermanfaat.

Sejarah Pengangkatan Yesus Sebagai Tuhan

Allah Ta'ala Berfirman :
[116]. Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” [117]. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (Al Maidah 116-117)
islam menjawab
Didalam surat Al Maidah ayat 116 dan 117 dikisahkan bahwa Nabi Isa atau Yesus tidak pernah menyatakan diri atau ibunya sebagai Tuhan yang harus disembah. Bahkan dia menyatakan bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan dia mengajak para pengikutnya untuk menyembah hanya kepada Allah yang satu. Namun dalam perjalanan sejarah , beberapa ratus tahun kemudian ajaran Nabi Isa telah diubah oleh para pendeta , rahib , ahli kitab dan penguasa dimasa itu . Yesus yang semula sebagai Rasul telah mereka jadikan sebagai bagian dari Allah yang harus disembah. Kesesatan mereka terus berlanjut menjadikan Allah-Putra Allah(Yesus) dan Ruhul qudus sebagai satu kesatuan Tuhan (trinitas).

Pada tahun 325 M kurang lebih 300 tahun setelah Nabi Isa (Yesus) wafat, kaisar Romawi Constantine menghimpun 220 uskup pada konsili di Nicea. Konsili memutuskan mengutuk paham tauhid Arius yang mengesakan Allah dan mengumumkan kredo Arian yang dikenal dengan nama “Creed of Nicea” yang meresmikan Yesus sebagai bagian dari Tuhan Allah yang harus disembah. Yesus dan Allah adalah satu kesatuan. Isi kredo Nicea antara lain:
  • Kami percaya akan satu Tuhan, Tuhan Yang Mahakuasa, pencipta langit dan bumi, yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.
  • Kami percaya akan Yesus Kristus, anak tunggal Allah, yang diturunkan oleh Allah Bapak, bukan diciptakan, yang satu dengan Allah Bapak.
  • Kami percaya akan Roh Kudus, Tuhan, pemberi kehidupan, yang diturunkan dari Allah Bapak dan anak.
Yesus dinyatakan sebagai Tuhan dan Putra Allah , atau satu kesatuan dengan Allah dan Ruhul Qudus kurang lebih 300 tahun setelah ia wafat berdasarkan kesepakatan para tokoh gereja dan Raja dimasa itu. Keyakinan trinitas ini tetap hidup dan berjaya sampai sekarang. Al-Qur’an menyatakan orang yang percaya Yesus sebagai Tuhan atau kesatuan dari Allah adalah orang yang kafir sebagaimana disebutkan dalam surat Al Maidah ayat 72:
"Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam”, padahal Al Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu.” Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun." (Al Maidah 72)
Berikut ini kami sampaikan sejarah pengangkatan Yesus sebagai Tuhan, mudah mudahan menambah wawasan kita.

Sejarah pengangkatan Yesus sebagai Tuhan

Sebelum abad ke IV para pemimpin Gereja disibukkan dengan bagaimana memformulasikan hubungan yang tepat antara Allah dan Yesus. Hubungan tersebut berkisar pada kedudukan Tuhan sebagai Bapak, dan Yesus sebagai Anak Tuhan. Atau hubungan antara Allah sebagai Tuhan yang Mulia, Baka dan Sempurna dengan Logos dari Allah sebagai perantara Tuhan dan manusia. Oleh karena itu sampai dengan awal abad ke IV para pemimpin Gereja umumnya masih berpendirian bahwa Tuhan Allah adalah satu-satunya Tuhan yang wajib didembah. Kalau pun Yesus sudah mulai dikultuskan, masih dalam koridor Anak Allah atau Logos, dan bukan Tuhan. Arius misalnya, hanya mengakui Bapa (Allah) sebagai satu-satunya Tuhan, dan menganggap Yesus sebagai makhluk. Keadaan berubah secara drastis ketika Kaisar Romawi, Constantine, menyatakan masuk Kristen tahun 312 M. masuknya Kaisar ini disambut dengan semangat yang berapi-api oleh umat Kristen saat itu. Kaisar menetapkan Kristen sebagai agama Kerajaan. Walaupun hal ini disambut dengan gembira, beberapa kalangan saat itu mengkhawatirkannya.

Jalan menuju Ketuhan Yesus tidaklah mulus, malah penuh dengan pertumpahan darah. Namun ajaran Trinitas dari agama Mesir dan Babilonia, yang kemudian diidealkan oleh Plato, yang kemudian dianut oleh para pemimpin Gereja, menyebabkan lahirnya bibit-bibit pendukung Trinitas dalam Gereja Kristen. Mereka inilah yang berjuang mati-matian memasukkan ajaran Trinitas kedalam Kristen yang dimulai dengan upaya mempertahankan Yesus. Salah seorang tokohnya adalah Athanasius.

Ketika Constantine menjadi Kaisar Romawi, secara terbuka dia menyatakan diri sebagai pendukung Athanasius yang dianggapnya sesuai dengan latar belakang filsafat Yunani yang dia anut. Untuk menghabisi paham tauhid Arianisme, Kaisar menyarankan istilah “homoousios” yang pengertiannya adalah “Yesus satu zat denqan Allah”.

Athanasius dibesarkan di Mesir, daerah yang sangat subur ajaran Trinitasnya. Di Mesir penduduk menyembah tiga Tuhan dalam satu: Osiris, Isis dan Horus. Disamping itu, ajaran Filsafat Platonis dan Stoa juga berkembang pesat di Alexandria, dimana Athanasius tinggal mengidealkan Trinitas agama Mesir. Bagi Athanasius yang sudah terbiasa di alam tiga Tuhan, ajaran tauhid para pengikut Kristen saat itu dirasakannya sangat mengganggu. Oleh karena itu arus masuknya para penyembah berhala ke dalam Kristen serta didukung Kaisar Romawi untuk mengawinkan ajaran Kristen dengan ajaran penyembah berhala di kerajaan, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Athanasius untuk menghabisi ajaran tauhid yang masih bercokol di kalangan Kristen. Menurut filsafat Yunani, walaupun Tuhan sangat ingin menyelamatkan manusia, namun tidak mungkin langsung dapat melakukannya. Untuk menyelamatkan manusia, Tuhan menggunakan perantara yakni Logos. Karena pemimpin Gereja menginginkan Yesus sebagai Logos, sehingga Yesus selanjutnya harus menduduki posisi Logos. Inilah yang diperjuangkan oleh Athanasius agar Yesus menduduki posisi baru sebagai Logos penyembah berhala yang akan menjalankan fungsi Anak Tuhan dan Juru Selamat.

Allah tidak pernah mengangkat Yesus sebagai Tuhan, Sebenarnya yang mengangkat Yesus sebagai Tuhan adalah orang-orang Kristen di Lembaga Alkitab Indonesia (LAI). LAI melencengkan terjemahan “Kyrios” dan “Lord” dalam Injil.

Sekarang logikanya saja, untuk apa Allah membuat Tuhan???

Dalam agama Tauhid pernyataan ini tidak ada jawabannya. Tetapi bagi penyembah berhala Platonis dan Stoic, Tuhan yang mulia harus membuat Logos untuk menyelamatkan dunia yang berdosa.

Dalam Alkitab dengan jelas dapat dibedakan. Kalau ayatnya mengatakan Allah Juruselamat kita, berarti itu adalah sisa-sisa yang masih terdapat dalam Alkitab. Tetapi kalau ayatnya mengatakan Yesus Juru selamat kita berarti ajaran penyembah berhala telah merasuk dalam Alkitab.

Pada saat Lembaga Alkitab Internasiaonal menerjemahkan Alkitab bahsa Yunani kedalam bahasa Inggris, kata “Kyrios” yang berarti “Tuan/Boss” diterjemahkan menjadi “Lord” atau “Sir” yang juga berarti “Tuan/Boss”.

Misalnya :

Land Lord = Tuan Tanah

Drug Lord = Tuan/Boss Obat terlarang

Gambling Lord = Tuan/Boss Judi

Lord of the Universe = Tuan Alam Semesta (Tuhan).

Namun Lembaga Alkitab Indonesia bukannya menerjemahkan “Kyrios” dan “Lord” sebagai “Tuan” tetapi “Tuhan”. Memang untuk ini, LAI tidak perlu bekerja membanting tulang. Cukup dengan membubuhkan huruf “h” di tengah¬tengah kata “Tuan” maka sim salabim, seorang makhluk dalam sekejap berubah menjadi Khalik (Pencipta). Dengan cara ini Lembaga Alkitab Indonesia dengan sengaja telah merubah Yesus “Tuan/Pemimpin umat Israel menjadi “Tuhan yang olehnya segala sesuatu telah dijadikan”, persis seperti Logos penyembah berhala Platonis. Terjemahan yang dipaksakan ini akhirnya menjadi janggal di telinga mereka yang mendengarnya. Apalagi ketika kata “Tuhan” diterapkan kembali ke pasangan kata seperti diatas, maka artinya menjadi lain.

Land Lord tentu sudah tidak sama dengan Tuhan Tanah. Gambling Lord tentu sudah tidak sama dengan Tuhan Judi.

Kalau Lord of the Universe dapat saja berarti Tuan atau Tuhan, karena Tuan semesta alam adalah Tuhan. Disinilah letak ketidak-jujuran Lembaga Alkitab Indonesia dalam menerjemahkan Alkitab dengan benar.

Sebagaimana diketahui, kata Tuan digunakan untuk manusia, terkecuali Tuan semesta alam adalah Tuhan. Tetapi kata “Tuhan” sudah jelas tidak digunakan untuk manusia, terkecuali bagi para penyembah berhala.

Peratikanlah kejanggalan terjemahan Lembaga Alkitab Indonesia atas kata “Kyrios” dan “Lord” yang diterjemahkan sebagai Tuhan.
“Tuhan, Enqkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam…” (Yohanes 4:11)
“Tuhan, nyata sekarang padaku bahwa Engkau seorang Nabi” (Yohanes 4:19) “Siapakah Engkau, Tuhan?” (Kis. 9:5)
Coba bayangkan, untuk apa timba bagi Tuhan? Yang perlu timba hanyalah manusia! Selanjutnya, dari mana perempuan Samaria tahu bahwa yang perlu timba dihadapannya adalah Tuhan Penguasa Alam Semesta? Sungguh aneh, untuk “memberi makan 5.000 orang” Tuhan mampu, sementara untuk memperoleh seteguk air saja, Tuhan harus menunggu diberi timba.

Perhatikanlah ayat berikut ini (Yohanes 4:11) dalam teks bahsa Inggris di berbagai versi Alkitab :
1. “Sir,” the woman said,’you haven’t qot a bucket…”

(Good News Bible, 1976)

2. “The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with…”

(Holy Bible Authorized King James Version)

3. “Sir” she challenger him, “You do not have bucket…”

(The New Testament of the New American Bible, 1970)

4. “She said to him: “Sir, you have not even a bucket…”

(The Kingdom Interlinear Translation of The Greek Scroptures, 1985)

5. “The woman said to Him, “Sir, you have nothing to draw with,…”

(New Tastament, Psalms, Proverbs, 1982)

6. “The woman saith unto him, Sir, thou hast nothing to draw with…”

(The First Scofield Reference Bible, 1986)
Dari ayat-ayat yang dikutip dari berbagai versi Alkitab bahasa Inggris diatas, nyata dan jelas bahwa penggunaan kata Sir adalah identik dengan kata Lord yang artinya Tuan, bukan Tuhan (God)!

Perlu disadari bahwa tidak ada satu pun kamus bahasa inggris di muka bumi ini yang menerjemahkan kata “Sir” sabagai “Tuhan”!

Dalam Yohanes 4:19, perempuan Samaria tersebut menyebut Tuhan sebagai orang yang artinya menyamakan Tuhan Pencipta (Khalik) dengan yang dicipta (makhluk). Padahal dalam berbagai versi Alkitab berbahasa Inggris Yesus dalam ayat ini disapa dengan Sir atau Tuan, bukan Tuhan!

Yang lebih aneh lagi adalah pertanyaan Paulus dalam Kis.95. “Siapa Engkau, Tuhan?”. Kalau Paulus benar-benar bertanya demikian, kita tentu wajar mempertanyakan: Apakah Paulus sudah pikun atau tidak waras?”. Lucu amat Paulus sebagai pendiri agama Kristen tidak tahu dan masih bertanya siapa Tuhannya. Ini sungguh keterlaluan!

Tetapi kalau kata “Kyrios” atau “Lord” diterjemahkan dengan kata “Tuan”, kan enak dan pas dibaca.
“Tuan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam…” (Yohanes 4:11)

“Tuan, nyata sekaranq padaku bahwa Engkau seoranq Nabi” (Yohanes 4:19)

“Siapakah Engkau, Tuan?” (Kis. 9:5)
Camkanlah istilah tepat yang digunakan Yesus untuk dirinya sendiri.
“Janqanlah pula kamu disebut pemimpin, karena hanya satu Pemimpinmu, yaitu Mesias (Yesus)” (Matius 23:10)
Kalau memang Yesus adalah Tuhan tentu beliau akan berkata: “Janganlah pula kamu disebut Tuhan, karena hanya satu Tuhanmu yaitu diriku (Yesus)”

Oleh karena itu sangat menyedihkan betapa tokoh besar seperti Hamran Ambrie bisa keliru dan disesatkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Padahal maksud ayat tersebut adalah: “Allah menjadikan Yesus sebagai tuan/pemimpin dan rasul untuk Bani Israil.

Lalu Kapan S. K. Ketuhan Yesus ditetapkan, dan oleh siapa?

S.K. Ketuhan Yesus ditetapkan pada konsili di Nicea tanggal 20 Mei 325M. Kaisar Romawi Constantine, menghimpun 220 uskup di Nicea tahun 325. Sebagian besar mereka berasal dari Gereja bagian Timur yang mendukung Athanasius. Kosili memutuskan mengutuk paham tauhid Arius dan mengumumkan kredo (creed) anti Arian yang dikenal dengan nama “the Creed of Nicea”. Dalam konsili inilah diterbitkan S.K. Ketuhan Yesus dan sejak saat itu Yesus diresmikan sebagai Tuhan, malah sekaligus ditetapkan sebagai Tuhan yang sesungguhnya (true God), 300 tahun setelah Yesus tiada. Dalam konsili inilah Kaisar Romawi menetapkan bahwa Yesus satu zat dengan Allah (Homoousios).
“He (Jesus) is God from God, Light from Light and true God from true God”

(Dia (Yesus) adalah Tuhan yang berasal dari Tuhan, Cahaya yang berasal dari Cahaya, dan Tuhan Sesungguhnya yang berasal dari Tuhan yang sesungguhnya)
Sejak saat itulah Tuhan menjadi dua yakni Tuhan Allah dan Tuhan Yesus yang harus dipercayai bahwa keduanya bersatu padu dalam satu zat (homoousios) sebagaimana yang diputuskan oleh Kaisar Romawi.

Apakah ada ketetapan resmi untuk menyembah Yesus sebelum abad ke IV?

Belum ada! Dalam kitab “Shepherd of Hermes” nama Yesus sama sekali tidak disebut-sebut.
“First of all ( belive that God is one, who hs made all thing, bringing them out of nothing into being”.

(Pertama-tama percayalah bahwa Tuhan itu Esa, yang menciptakan segala makhluk, dari tidak ada menjadi ada)
Selanjutnya dalam Apostle Creed yang menurut Gereja ditulis oleh para rasul diperkirakan ditulis pada akhir abad ke II, ada menyebut nama Yesus, tetapi bukan sebagai Tuhan yang disembah.
“And in Jesus Christ, his onl y Son, our Lord…”

(Dan di dalam Yesus Kristus, anaknya yang tunggal, tuan kita)
Kredo ini telah mengalami beberapa kali tambahan dan perubahan sepanjang abad ke IV dan ke V untuk disesuaikan dengan perkembangan ajaran kristen.

Kesulitan apakah yang dihadapi Gereja sehingga dibutuhkan waktu sekian ratus tahun untuk mengangkat status Yesus dari sekedar Nabi menjadi “Tuhan penguasa alam semesta”?

Pertama, di abad pertama perkembangan agama Kristen, persoalan yang cukup berat muncul di permukaan. Bagaimana caranya agar Tuhan Filsafat Yunani yang Mulia, dan sempurna, dapat menyelamatkan manusia yang berdosa dan tidak sempurna. Untuk mengatasi hal ini, logos filsafat Yunani digunakan sebagai perantara Tuhan dan manusia. Beberapa ahli pikir Yunani yang memeluk agama kristen memandang Yesus sebagai Logos filsafat Yunani (Frost, 1989).
“Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita…” (Yohanes 1:14)

“…Kristus Yesus yanq walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah, itu sebaqai milik yanq harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seoranq hamba dan menjadi sama denqan manusia” (Filipi 2:5-7)
Tetapi karena Logos bukan Tuhan sehingga otomatis Yesus pun bukan Tuhan.

Kedua, ketika Gereja mulai berusaha mengangkat status Yesus menjadi Tuhan, problem lain tampil ke permukaan. Bagaimana caranya mengangkat status Logos yang lebih rendah dari Tuhan ini menjadi setara dengan Tuhan. Untuk mengatasi hal ini, Gereja memperkenalkan ide Logos (Firman) adalah Tuhan Allah.
“Pada mulanya adalah Firman Logos Firman Logos itu bersama-sama dengan Tuhan dan Firman Logos itu adalah (dari) Allah. la Logos pada mulanya bersama-sama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia Logos dan tanpa Dia (Logos) tidak ada sesuatu pun yanq telah jadi dari seqala yanq telah dijadiakan” (Yohanes 1:1-3)
Paham penyembah berhala ini digunakan sebagai senjata pamungkas oleh para penginjil (Termasuk Hamran Ambrie) untuk membuktikan bahwa Yesus adalah Tuhan dengan menempatkan Yesus sebagai Logos penyembah berahala. Dengan demikian, tuhan Allah (yang “katanya” adalah Logos) yang berada di sorga sudah turun ke bumi mengambil bentuk manusia dalam diri Yesus.

Dalam buku “Keilahian Yesus Kristus dan Allah Tritunggal”, hal 94, Hamran Ambrie mengatakan:
“Dulu wahyu melalui mimpi etc. disebut Firman, tetapi kemudian (setelah ajaran Kristen dicemari filsafat Yunani), Firman itu sendiri menjadi daging kehiduopan melalui kelahiran seorang manusia Maria, maka penyebutan firman itu pun berubah menjadi “Anak Allah”.
Catatan : tambahan dalam kurung dimaksudnya untuk memperjelas.

Konsep penyembahan berhala sudah ranum ini, akhirnya tersaji dalam SK Ketuhanan Yesus yang disponsori bersama oleh Kaisar Romawi, Constantine dan para pemimpin Gereja pada Konsili di Nicea 20 Mei 325 M.

Dapatkah kita menganggap the Creed of Nicea sebagai formulasi dan definisi Trinitas?

Tidak! Karena Konsili tidak pernah menganggap Roh Kudus sebagai Tuhan atau sesuatu yang harus disembah. Dalam konsili tersebut tidak pernah dibahas tentang Roh Kudus. Nanti belakangan, Gereja kemudian menambahkan kalimat tentang Roh Kudus dalam kredo tersebut (Karen Armstrom 1993). “And in the holy Spirit” (Dan dalam Roh Kudus).

Lalu siapa yang pertama memberikan perhatian serius terhadap status Roh Kodus?

Athanasius!

Sampai dengan pertengahan abad ke IV perhatian Gereja dicurahkan pada bagaimana bentuk dan corak hubungan antara Bapa (Tuhan) dan Anak (Yesus). Kalimat yang baru ditambahkan dalam Kredo: dan dalam Roh Kudus, memperlihatkan betapa kecilnya perhatian yang diberikan terhadap status Roh Kudus. Dalam tulisannya “Oration Aqainst the Arians 2:24, 33″, athanasius mempromosikan ketuhanan Yesus tanpa menyinggung-nyinggung Roh Kudus. Selanjutnya pada suratnya kepada Serapion berubahlah dia berbicara tentang status Roh Kudus.

S.K. untuk menyembah Roh Kudus di tetapkan?

Pada Konsili di Konstantinople yang didelenggarakan dari bulan Mei s/d Juli 381M. Konsili ini dapat dikatakan Konsili para pemimpin Capadocian yang mendukung Trinitas. Gregory dari Nazianzus (329-389M), yang merupakan tokoh Capadocian memperkenalkan formula Trinitas dalam bukunya “Five Theological Oration”, hal. 39:
“…. Godhead is one in three and the three are one…. ”

(Kesatuan Tuhan itu adalah satu dalam tiga dan ketiganya adalah satu)
Dia memainkan peranan penting dalam menggolkan ajaran Trinitas dalam konsili. Kaisar Theodorius yang merupakan pendukung Ketuhanan Yesus ingin sekaligus menghabisi paham Tauhid Arius. Dalam konsili inilah untuk pertama kali dinyatakan bahwa Roh Kudus harus disembah.
“And in the Holy Spirit, the Lord and life giver, who proceeds from the Father. Toqether with the Father and the son he is worshipped and glorified”.

(Dan dalam Roh Kudus, Tuan dan pemberi hidup, yang datang dari bapa. Bersama dengan Bapa dan Anak dia disembah dan dimuliakan).
Jadi, apakah Konsili di Constantinople memutuskan bahwa Roh Kudus adalah Tuhan?

Tidak! Walaupun dalam Konsili ini Roh Kudus dinyatakan sebagai obyek yang disembah, tetapi belum dinyatakan sebagai Tuhan.

Konsili ini juga dihadiri oleh 36 Uskup Macedonia yang menentang keras segala bentuk penyenbahan terhadap Roh Kudus. Mereka berpendirian bahwa Roh Kudus hanyalah makhluk ciptaan Tuhan. Oleh karena itu dia bukan Tuhan, sehingga tidak perlu disembah. Namun karena para uskup Capadocia jumlahnya lebih banyak sehingga para uskup Macedonia kalah. Dalam penentuan apakah Roh Kudus adalah Tuhan atau tidak, bantahan mereka masih didengar. Namun ketika para uskup Capadocia ngotot untuk menyembah Roh Kudus, akhirnya para uskup Macedonia menyerah dan meninggalkan ruangan konsili (walk out).

Lalu kapan ide lengkap tentang Trinitas pertama kali dijelaskan oleh Athanasius?

Antara tahun 359-360M ketika Athanasius didesak untuk menghadapi kelompok Tropici dari Mesir yang mengajarkan bahwa Roh Kudus hanya sekedar makhluk yang diciptakan dari tidak ada menjadi ada. Uskup mereka, Serapion, yang tidak mampu menghadapi mereka meminta tolong pada Athanasius. Dalam suratnya “Letter to Serapion”, Atahnasius untuk pertama kalinya menjelaskan secara detail tentang Teologi Trinitas.

Apakah Athanasian Creed merupakan formulasi yang ditampilkan oleh Athanasius kepada Serapion?

Tidak! Athanasian Creed bukanlah sebuah kredo dan juga tidak ditulis oleh Athanasius. Gereja yang tidak tahu siapa penulis Athanasian Creed, menganggapnya di tulis oleh Athanasius hanya karena dia dianggap sebagai pencipta ajaran Trinitas.

Athanasian Creed yang diperkirakan ditulis pada abad ke VI menetapkan sesuatu yang dapat dianggap sebagai formulasi dan fefinisi akhir dari Trinitas. Ketetapan penting yang tercantum dalam Kredo ini adalah diumumkannya S.K. Ketuhanan Roh Kudus.
“Thus the Father is God, the Son is God, and the Holy Spirit is God. Yet there are not three God but only one God”.

(Bapak adalah Tuhan, Anak adalah Tuhan dan Roh Kudus adalah Tuhan. Namun bukan tiga Tuhan tetapi hanya satu Tuhan.)
Yesus sama sekali tidak dapat menerima mereka yang menyembahnya, dengan mengikuti ajaran penyembah berhala yang di ajarkan manuasia (Plato dan Zeno). Sementara Yesus sendiri mengajarkan pada umat Israel untuk hanya menyembah Allah.
“Bangsa ini memuliakan aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari padaku. Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan a jaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia” (Matius 15:8-9)
Berbagai kredo yang dihasilkan oleh konsili bukan merupakan penjelasan atau konfirmasi dari Allah atau Yesus tentang siapa Tuhan sebenarnya, melainkan sekedar pertarungan antar pendapat yang selalu dimenangkan oleh kelompok yang didukung Kaisar. Hal ini dijelaskan oleh Uskup John Shelby Spong dalam bukunya: Why Christian must Change or Die, 1998, hal 18.
“The purpose of every written creed historically was not to clari f y the truth o f God. It was, rather, to rule out some contending point o f view.”

(Tujuan dari setiap kredo (yang dihasilkan di setiap konsili) bukan untuk menjelaskan siapa sesungguhnya Tuhan, tetapi sekedar untuk menyingkirkan pendapat yang tidak sejalan (dengan yang dianut Kerajaan dan Gereja)
Oleh karena itu Yesus tidak punya urusan dengan ajaran maupun definisi Trinitas sebagaimana yang dianut oleh umat Kristiani saat ini. Yesus tidak pernah mengajarkan Trinitas kepada murid-muridnya, apalagi bermimpi bahwa dirinya adalah oknum kedua dari Trinitas. Hal ini ditegaskan oleh A.N.Wilson dalam bukunya Jesus A Live, 1992, hal XIV:
“I had to admin that I found it impossible to believe that a f irst century Galilean holy man (Jesus) had at any time o f his li f e believed himsel f to be the Second Person o f the Trini ty. ”

(Saya harus mengakui bahwa memang musthahil untuk mempercayai bahwa orang suci dari Galilea di abad I (Yesus) pernah sekali saja dalam hidupnya merasa dirinya sebagai oknum kedua dari Trinitas)
Gerejalah yang menciptakan Matius 28:19 dan menyuapkannya kepada Yesus untuk diucapkan.
“Karena itu pergilah, jadikanlah senua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus”.
Apa yang diajarkan oleh Yesus adalah tauhid (Ke-Esa-an Allah).

Filsafat Platonis dan Stoic yang diajarkan Plato (?-347 SM) dan Zeno (?-263 SM) tentang Logos menjadi jembatan untuk mempertuhankan Yesus menuju konsep Trinitas yang dinanti-nantikan para penyembah berhala untuk dikawinkan dengan ajaran Kristen. Ajaran tiga Tuhan dalam satu yang dianut para penyembah berhala inilah yang menginspirasi para pemimpin Gereja unutk mengembangkan ajaran tersebut dalam Kristen. Upaya para pemimpin Gereja yang saat itu dikenal dengan golongan Apologis untuk mengawinkan ajaran filsafat Yunani dengan ajaran Kristen dijelaskan oleh Paul Tilich dalam bukunya A History of Christian Thought sebagai berikut:
“The Apologist arose to attempt a joining of Christianity dan Greek thought”

(Para pemimpin Gereja yang umumnya Aplogis (mereka yang ingin mengawinkan filsafat Yunani dengan ajaran Kristen) bangkit untuk mencoba mengawinkan ajaran Kristen dengan filsafat Yunani)
Di satu pihak umat Kristen memiliki Yesus yang diambil dari Yahudi, sememtara dipihak lain, para pengikut ajaran Platonis dan Stoic memiliki Logos yang diambil dari Plato (?-347 SM) dan zeno (?-263 SM). Hasil akhir dari perpaduan keduanaya yang diterima oleh umat Krsistiani adalah Logos Yesus. Yesus bukan lagi sekedar seorang Nabi Isa untuk bani Israel, tetapi sudah berubah menjadi

Yesus baru yang penuh dengan embel-embel Platonis dan Stoic- Yesus Kristus anak Allah, perantara antara Tuhan dan manusia, Tuhan dan juru selamat.

Athanasius kemudian menambahkan satu Tuhan lagi yakni Roh Kudus untuk melengkapi Ketuhanan Kristen menjadi Tiga dalam Satu (Trinitas), persis seperti ajaran Ketuhanan Agama Mesir, dimana Athanasius berdomisili.

Pengaruh agama Mesir terhadap Kristen dijelaskan oleh Cave sebagai berikut:
“The Trinity was a major preoccupation of Egytian theologians…. Three gods are combinet and treated as single being, addressed in the singular. In this way the spiritual force of Egyptian religion shows a direct ling with Christian theology”

(Trinitas merupakan paham utama para penganut agama Mesir…. Tiga Tuhan bersatu dan diperlakukan sebagai satu, yang disebut esa. Dalam hal ini nampak kekuatan spiritual agama Mesir yang langsung mempengaruhi agama Kristen)
Apa saja yang ditetapkan oleh Kaisar Romawi dan para pemimpin Gereja dianggap benar, sah dan berlaku untuk umat pada saat itu. Kebenaran dalam Kristen berubah dari satu konsili ke konsili lainnya. Kebenaran sangat tergantung kepada golongan mana yang mayoritas dalam konsili, atau golongan mana yang didukung oleh Kaisar Romawi. Oleh karena itu, kutuk mengutuk dalam setiap konsili merupakan hal yang lumrah. Ignatius dalam suratnya kepada orang-orang Smyrna mengatakan:
“Where the bishop is, there the congregation should be Prophets who appear may be riqht or wrong, but the bishop is right, because the bishop were the representative of the true doctrine”

(Apa saja pendapat sikap uskup, jemaat harus mengikutinya. Para Nabi boleh benar atau salah, tetapi uskup selalu benar, karena uskup adalah yang mewakili ajaran yang benar)
Keputusan-keputusan Gereja yang di luar ajaran Yesus dilindungi oleh hukum keimanan (regulafidei). Apa yang sudah diyakini dan diucapkan oleh pemimpin Gereja menjadi hokum yang mutlak berlaku, walaupun tidak ada dasarnya atau tidak sejalan dengan Alkitab.

Alhasil ajaran Trinitas tumbuh subur dan berkembang dari satu konsili ke konsili lainnya, bukan karan ajaran Trinitas merupakan ajaran yang dipetik dari ajaran murni Yesus, tetapi karena kaisar Romawi mendukung ajaran ini menjadi ajaran resmi kerajaan.

Mereka hidup siang malam dengan Yesus. Saudara-saudaranya, ibunya, familinya melihat Yesus lahir dan tumbuh sebagai seorang bayi. Dalam kenyataan seperti itu, mereka tentu tidak mungkin membayangkan bahwa yang menangis dalam ayunan atau basah guritanya adalah Tuhan yang pernah berpartisipasi dalam penciptaan jagat raya atau penguasa alam semesta. Begitu pula murid-murid seta para pengikutnya. Mereka melihat Yesus sebagai seorang Rabi (guru) mengajarkan Taurat dan berkhotbah di rumah ibadat setiap hari sabtu. Dari berbagai sumber yang dapat diperolah, tidak satu pun pertanda

bahwa Yesus pernah disembah sebagai Tuhan di Rumah Ibadat. Murid dan pengikutnya mengenal dirinya sebagai pemimpin mereka, sebagai tuan mereka, malah sebagai nabi, tetapi sama sekali mereka tidak akan pernah menganggap bahwa yang naik berkhotbah di mimbar adalah “Tuhan penguasa alam semesta.”
“Dan mereka berusaha menangkap Dia, tetapi mereka takut kepada oranq banyak karena orang banyak itu mengangap dia nabi”.(Matius 21:46)
Yesus telah mengajarkan syahadah sebagai pegangan bagi murid-murid dan pengikut-pengikutnya agar tidak tercampak ke neraka.
“Inilah hidup yang kekal itu (masuk sorqa), yaitu bahwa mereka menqenal Engkau (Allah) satu-satunya Tuhan yang benar. Dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus”.(Yohanes 17:3)
Apakah benar bahwa Yesus bukan Tuhan yang harus di sembah?

Jawab Ya, benar!

1. Yesus mengajari umatnya agar hanya menyembah Allah. Dia tidak pernah memerintahkan murid-muridnya untuk menyembah dirinya dengan alasan bahwa Allah berada di dalam dirinya.
“Engkau harus menyembah Tuhan Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah Engkau berbakti” (Matius 4:10)

” Karena itu berdoalah demikian:’Bapa kami yang di sorga”‘(Matius 6:9)
2. Yesus adalah guru Yahudi yang mengajarkan Taurat untuk hanya menyembah Tuhan Allah.
“Denqarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa”.(Markus 12:29)
Kata “Tuhan itu Esa” berarti Tuhan tidak ada dalam diri Yesus. Andaikata Tuhan itu adalah dirinya, atau ada dalam dirinya, maka dengan tegas beliau akan mengatakan “Tuhan ini” sambil menunjuk dirinya.

3. Ketika Yesus akan ditangkap di taman Getsemani semua muridnya lari meninggalkan beliau.
“Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri” (Markus 14:50)

Coba bayangkan! Ketika “Tuhan” dalam keadaan genting mereka semua lari meninggalkan dia. Kepada siapa murid-muridnya mencari perlingdungan? Kepada setan? Bukankah yang mereka tinggalkan adalah Tuhan? Padahal “katanya” segala kuasa di sorga dan di bumi telah diserahkan oleh Tuhan Allah kepada “Tuhan” Yesus?(Matius 28:18)
Kalau memang murid-murid Yesus yakin bahwa Yesus adalah Tuhan Penguasa Alam Semesta, dimana segala kuasa disorga dan di bumi sudah diberikan kepada beliau, untuk apa mereka lari?

Ini ikut membuktikan bahwa Matius 28:18 adalah ayat palsu yang tidak pernah diucapkan oleh Yesus.

Disinilah akal sehat yang dianugrahkan Allah perlu digunkan untuk menyaring mana yang masuk akal, mana yang tidak. Kalau Tuhan berkehendak, sekali tiup saja, tentara Romawi sudah berterbangan seperti kertas di hembus badai.

Tetapi tidak! Mereka menyadari bahwa Yesus adalah pemimpin mereka. Namun mereka tidak pernah menganggap Yesus sebagai Tuhan yang mereka sembah. Buktinya dalam keadaan kepepet, mereka lebih memilih menyelamatkan diri dan membiarkan “Tuhan” mereka ditangkap dan dihukum salib oleh tentara Romawi.

Syahadat Nicea:
Credo in unum Deum, Patrem Omnipotentem

Aku percaya akan satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa,

factorem caeli et terrae, visibilium omnium et invisibilium.

Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tak kelihatan

Et in unum Dominum Iesum Christum, Filium Dei Unigenitum,

Dan akan Tuhan Yesus Kristus, Putra Allah yang Tunggal,

Et ex Patre natum ante omnia saecula. Deum de Deo, lumen de lumine,

Ia lahir dari Bapa sebelum segala abad. Allah dari Allah, terang dari terang.

Deum verum de Deo vero. Genitum, non factum, Consubstantialem Patri

Allah benar dari Allah benar. Ia dilahirkan, bukan dijadikan, sehakekat dengan Bapa

per quem omnia facta sunt.

segala sesuatu dijadikan olehnya.

Qui propter nos homines et propter nostram salutem descendit de caelis.

Ia turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita.

Et incarnatus est de Spiritu Sancto

dan Ia menjadi daging oleh Roh Kudus

ex Maria virgine et homo factus est.

dari Perawan Maria dan menjadi manusia.

Crucifixus etiam pro nobis sub Pontio Pilato,

Ia pun disalibkan untuk kita waktu Pontius Pilatus

passus et sepultus est.

Ia wafat kesengsaraan dan dimakamkan.

Et resurrexit tertia die secundum Scripturas.

Pada hari ketiga Ia bangkit, menurut Kitab Suci.

et ascendit in caelum, sedet ad dexteram Patris.

Ia naik ke sorga, duduk di sisi kanan Bapa

Et iterum venturus est cum gloria, iudicare vivos et mortuos,

Ia akan kembali dengan mulia, mengadili orang yang hidup dan yang mati;

cuius regni non erit finis.

KerajaanNya takkan berakhir.

Et in Spiritum Sanctum, Dominum et vivificantem,

Aku percaya akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan;

qui ex Patre (Filioque)* procedit.

Ia berasal dari Bapa (dan Putra)*

Qui cum Patre et Filio simul adoratur et conglorificatur:

Yang serta Bapa dan Putra, disembah dan dimuliakan.

qui locutus est per prophetas.

Ia bersabda dengan perantaraan para nabi

Et unam, sanctam, catholicam et apostolicam Ecclesiam.

Aku percaya akan Gereja yang satu, kudus, katholik* dan apostolik.

Confiteor unum baptisma in remissionem peccatorum.

Aku mengakui satu pembaptisan akan penghapusan dosa.

Et expecto resurrectionem mortuorum,

Aku menantikan kebangkitan orang mati,

et vitam venturi saeculi. Amen.

dan kehidupan di akhirat. Amin.
Ribet….just make it simple like:

Asyhadu alla ilahaillallah Wa asyhadu anna muhammadarrasulullah

Cara Membuat Emoticons Smiley Pada Komentar Blogger

Beberapa waktu yang lalu saya telah bahas mengenai Cara Mudah Membuat Kotak Komentar Blog | Intense Debate, lumayan bagus untuk di coba, karena itu membuat kolom komentar blog menjadi menarik. Untuk Tutorial Blogpot sekarang saya kembali membahas mengenai komentar bloggger, tapi kali ini membahas mengenai Emoticons Smileynya.

Mungkin dipencarian google anda akan menemukan banyak blog tutorial yang membahas cara menambahkan yahoo smiley emoticons pada komentar blogger tapi yang menggunakan konsep JQuery mungkin masih jarang. Ini adalah fasilitas emoticons otomatis yang dapat merubah simbol :), :D, :P, menjadi sebuah gambar yang telah ditentukan. Semoga dengan trik ini threaded comments blog anda tampil lebih aktraktif.

SCREENSHOT EMOTICONS SMILEY UNTUK KOMENTAR BLOGGER

tutorial blogspot

CARA MENAMBAHKAN EMOTICONS SMILEY KE BLOG
  • Login ke akun blogger anda >> Template
  • Klik Edit HTML
  • Klik Ctrl+F Kemudian Cari kode ]]></b:skin>
  • Tambahkan kode CSS berikut diatas kode ]]></b:skin>

.emoWrap {
  background-color:#fff;
  border:2px solid#0B6138;border-radius:5px; -moz-border-radius:5px; -webkit-border-radius:5px;
  padding:10px 14px;
  color:black;
  font:bold 12px Tahoma,Arial,Sans-Serif;
  text-align:center;
}

img.emo, input.emoKey {
  display:inline-block; /* Penting! */
  *display:inline;
  vertical-align:middle;
}

input.emoKey {
  border:1px solid #ccc;
  background-color:white;
  font:bold 11px Arial,Sans-Serif;
  padding:1px 2px;
  margin:0px 0px 0px 2px;
  color:black;
}
  • Kemudian tambahkan script JQuery berikut diatas kode </head>
script src='http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.7.1/jquery.min.js' type='text/javascript'></script>
Untuk anda yang sudah memiliki atau menginstal script JQuery pada template anda maka langkah diatas abaikan saja!

Tambahkan lagi Script berikut dibawah script JQuery tadi
<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
var emoRange = "#comments p, div.emoWrap",
    putEmoAbove = "iframe#comment-editor",
    emoMessage = "To insert emoticon you must added at least one space before the code.";
//]]>
</script>
<script src='http://aliyfaizal.googlecode.com/files/EmoticonsSmiley.js type='text/javascript'/>
  • Simpan template dan lihat hasilnya diblog anda

Demikian tutorial cara menambahkan emoticons smiley pada komentar blogger. Semoga bermanfaat

Cara Mudah Membuat Effect Hover Pada Image Dengan CSS

Postingan kali ini saya hanya ingin mengetengahkan trik sederhana membuat effect hover pada image dengan bantuan CSS. Langsung saja ikuti petunjuk berikut ini :
  • Setelah sig in pada account blogger sobat>>> pada dasbor>>> Klik Tata Letak>>> Edit HTML
  • Tambahkan kode CSS berikut diatas tag atau kode ]]></b:skin>
.hovereffect img { 
opacity:0.5; 
filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.Alpha(opacity=50); 
-moz-opacity:0.5; 
-khtml-opacity:0.5; 
} 
.hovereffect:hover img { 
opacity:1.0; 
filter:progid:DXImageTransform.Microsoft.Alpha(opacity=100); 
-moz-opacity:1.0; 
-khtml-opacity:1; 
}
  • Simpan Template
Sedikit penjelasan dari kode CSS diatas, untuk membuat effect buram atau hover pada image kode yang kita tambahkan adalah "hovereffect" sedangkan "opacity", "filter:" alpha, "-moz-opacity" dan "-khtml-opacity" adalah digunakan untuk membuat effect hover terbaca pada beberapa browser. Seperti:

Properti "opacity" digunakan untuk browser yang mendukung standar CSS3 (sebagian besar browser modern mendukung CSS3). 

tutorial blogspot

Sementara "filter: alpha" adalah untuk Internet Explorer,
"-Moz-opacity" adalah untuk untuk Firefox, walaupun versi baru mendukung "opasitas",
"-Khtml-opacity" adalah untuk Safari dan Chrome untuk kompatibilitas ke belakang.
"0.5" dan "1.0" digunakan untuk memberitahu browser kuantitas kegelapan.

Sekarang untuk menambahkan effect ini, sobat harus menambahkan class = "hovereffect" untuk image sobat.

Sebagai contoh biasanya ketika kita menambahkan image kodenya sebagai berikut:
<a href="http://i42.tinypic.com/6ellog.jpg"><img border="0" height="240" src="http://i42.tinypic.com/6ellog.jpg" width="320" /></a>
Untuk menambahkan effect hover pada image kodenya jadi seperti dibawah ini:
<a class="hovereffect" href="http://i42.tinypic.com/6ellog.jpg"><img border="0" height="240" src="http://i42.tinypic.com/6ellog.jpg" width="320" /></a>
Effect hover ini tidak saja berfungsi untuk blogger tapi juga dapat digunakan dalam platform blog yang menggunakan CSS, seperti Wordpress.

Cara Mudah Membuat Tooltip Keren Dengan CSS3 Untuk Blogger

Sebelum melangkah kedalam pembuatan Tooltip Keren Dengan CSS3 Untuk Blogger, mari kita fahami secara ringkas apa itu tooltip dan kegunaannya.

Apa itu tooltip dan apa kegunaannya?

Tooltip merupakan tampilan informasi berupa teks maupun gambar yang tampil saat cursor di arahkan (mouse over) pada sebuah item (biasanya pada link) dalam sebuah blog atau website.

Tujuan dari menggunakan tooltip ini bisa dibilang untuk menghemat waktu si pengunjung website. Dari tooltip pengunjung bisa mendapatkan penjelasan singkat dari link yang ingin dibaca. Apabila dari penjelasan singkat itu tidak membuat pengunjung merasa ingin lebih tahu, maka pengunjung cukup mengabaikan link tersebut. Begitu sebaliknya, apabila pengunjung dibuat merasa ingin lebih tahu, barulah link tersebut diklik.

Contoh dari tooltip yang akan saya bahas kali ini bisa dilihat pada gambar dibawah ini

tutorial blogspot

Jika anda tertarik dengan tooltip ini, berikut cara mudah membuat tooltips keren bertenaga CSS3 untuk blogger.
  • Login ke akun blogger anda >> Template
  • Klik Edit HTML
  • Klik Ctrl+F Kemudian Cari kode ]]></b:skin>
  • Letakkan kode CSS berikut diatas kode ]]></b:skin>
.tbi-tooltip {
 outline: none;
 cursor: help;
 position: relative;
 text-decoration: none;
 border-bottom: 1px dotted #000;
}

.tbi-tooltip span {
 margin-left: -999em;
 position: absolute;
 color: #000;
}

.tbi-tooltip:hover span {
 font-family: Trebuchet MS, Calibri, Tahoma, Geneva, sans-serif;
 position: absolute;
 left: 1em;
 top: 2em;
 z-index: 99;
 margin-left: 0;
 width: 250px;
 -moz-border-radius: 12px;
 -webkit-border-radius: 12px;
 border-radius: 12px;
 -moz-box-shadow: 0px 0px 9px #000000;
 -webkit-box-shadow: 0px 0px 9px #000000;
 box-shadow: 0px 0px 9px #000000;
}

.tbi-tooltip:hover img {
 border: 0;
 margin: -10px 0 0 -55px;
 float: left;
 position: absolute;
}

.tbi-tooltip:hover em {
 font-family: Candara, Tahoma, Geneva, sans-serif;
 font-size: 1.2em;
 font-weight: bold;
 display: block;
 padding: 0.2em 0 0.6em 0;
}

.custom {
 padding: 0.5em 0.8em 0.8em 2em;
}

.tbi-general {
 background: #EDEDED;
 background: url(data:image/svg+xml; base64,PD94bWwgdmVyc2lvbj0iMS4wIiA/Pgo8c3ZnIHhtbG5zPSJodHRwOi8vd3d3LnczLm9yZy8yMDAwL3N2ZyIgd2lkdGg9IjEwMCUiIGhlaWdodD0iMTAwJSIgdmlld0JveD0iMCAwIDEgMSIgcHJlc2VydmVBc3BlY3RSYXRpbz0ibm9uZSI+CiAgPGxpbmVhckdyYWRpZW50IGlkPSJncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkIiBncmFkaWVudFVuaXRzPSJ1c2VyU3BhY2VPblVzZSIgeDE9IjAlIiB5MT0iMCUiIHgyPSIwJSIgeTI9IjEwMCUiPgogICAgPHN0b3Agb2Zmc2V0PSIwJSIgc3RvcC1jb2xvcj0iI2YyZjVmNiIgc3RvcC1vcGFjaXR5PSIxIi8+CiAgICA8c3RvcCBvZmZzZXQ9IjM3JSIgc3RvcC1jb2xvcj0iI2UzZWFlZCIgc3RvcC1vcGFjaXR5PSIxIi8+CiAgICA8c3RvcCBvZmZzZXQ9IjEwMCUiIHN0b3AtY29sb3I9IiNjOGQ3ZGMiIHN0b3Atb3BhY2l0eT0iMSIvPgogIDwvbGluZWFyR3JhZGllbnQ+CiAgPHJlY3QgeD0iMCIgeT0iMCIgd2lkdGg9IjEiIGhlaWdodD0iMSIgZmlsbD0idXJsKCNncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkKSIgLz4KPC9zdmc+);
background: -moz-linear-gradient(top,  rgba(242,245,246,1) 0%, rgba(227,234,237,1) 37%, rgba(200,215,220,1) 100%);
 background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, color-stop(0%,rgba(242,245,246,1)), color-stop(37%,rgba(227,234,237,1)), color-stop(100%,rgba(200,215,220,1)));
 background: -webkit-linear-gradient(top,  rgba(242,245,246,1) 0%,rgba(227,234,237,1) 37%,rgba(200,215,220,1) 100%);
 background: -o-linear-gradient(top,  rgba(242,245,246,1) 0%,rgba(227,234,237,1) 37%,rgba(200,215,220,1) 100%);
 background: -ms-linear-gradient(top,  rgba(242,245,246,1) 0%,rgba(227,234,237,1) 37%,rgba(200,215,220,1) 100%);
 background: linear-gradient(to bottom,  rgba(242,245,246,1) 0%,rgba(227,234,237,1) 37%,rgba(200,215,220,1) 100%);
 filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient( startColorstr='#f2f5f6', endColorstr='#c8d7dc',GradientType=0 );
 -webkit-box-shadow: 4px 4px 1px 1px #ccc;
 box-shadow: 4px 4px 1px 1px #ccc;
}

.tbi-critical {
 border: 1px solid #FF3334;
 background: #ffccaa;
 background: url(data:image/svg+xml; base64,PD94bWwgdmVyc2lvbj0iMS4wIiA/Pgo8c3ZnIHhtbG5zPSJodHRwOi8vd3d3LnczLm9yZy8yMDAwL3N2ZyIgd2lkdGg9IjEwMCUiIGhlaWdodD0iMTAwJSIgdmlld0JveD0iMCAwIDEgMSIgcHJlc2VydmVBc3BlY3RSYXRpbz0ibm9uZSI+CiAgPGxpbmVhckdyYWRpZW50IGlkPSJncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkIiBncmFkaWVudFVuaXRzPSJ1c2VyU3BhY2VPblVzZSIgeDE9IjAlIiB5MT0iMCUiIHgyPSIwJSIgeTI9IjEwMCUiPgogICAgPHN0b3Agb2Zmc2V0PSIwJSIgc3RvcC1jb2xvcj0iI2ZmY2NhYSIgc3RvcC1vcGFjaXR5PSIxIi8+CiAgICA8c3RvcCBvZmZzZXQ9IjEwMCUiIHN0b3AtY29sb3I9IiNmZjg0ODIiIHN0b3Atb3BhY2l0eT0iMSIvPgogIDwvbGluZWFyR3JhZGllbnQ+CiAgPHJlY3QgeD0iMCIgeT0iMCIgd2lkdGg9IjEiIGhlaWdodD0iMSIgZmlsbD0idXJsKCNncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkKSIgLz4KPC9zdmc+);
background: -moz-linear-gradient(top,  #ffccaa 0%, #ff8482 100%);
 background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, color-stop(0%,#ffccaa), color-stop(100%,#ff8482));
 background: -webkit-linear-gradient(top,  #ffccaa 0%,#ff8482 100%);
 background: -o-linear-gradient(top,  #ffccaa 0%,#ff8482 100%);
 background: -ms-linear-gradient(top,  #ffccaa 0%,#ff8482 100%);
 background: linear-gradient(to bottom,  #ffccaa 0%,#ff8482 100%);
 filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient( startColorstr='#ffccaa', endColorstr='#ff8482',GradientType=0 );
}

.tbi-help {
 border: 1px solid #2BB0D7;
 background: #a9e4f7;
 background: url(data:image/svg+xml; base64,PD94bWwgdmVyc2lvbj0iMS4wIiA/Pgo8c3ZnIHhtbG5zPSJodHRwOi8vd3d3LnczLm9yZy8yMDAwL3N2ZyIgd2lkdGg9IjEwMCUiIGhlaWdodD0iMTAwJSIgdmlld0JveD0iMCAwIDEgMSIgcHJlc2VydmVBc3BlY3RSYXRpbz0ibm9uZSI+CiAgPGxpbmVhckdyYWRpZW50IGlkPSJncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkIiBncmFkaWVudFVuaXRzPSJ1c2VyU3BhY2VPblVzZSIgeDE9IjAlIiB5MT0iMCUiIHgyPSIwJSIgeTI9IjEwMCUiPgogICAgPHN0b3Agb2Zmc2V0PSIwJSIgc3RvcC1jb2xvcj0iI2E5ZTRmNyIgc3RvcC1vcGFjaXR5PSIxIi8+CiAgICA8c3RvcCBvZmZzZXQ9IjEwMCUiIHN0b3AtY29sb3I9IiMwZmI0ZTciIHN0b3Atb3BhY2l0eT0iMSIvPgogIDwvbGluZWFyR3JhZGllbnQ+CiAgPHJlY3QgeD0iMCIgeT0iMCIgd2lkdGg9IjEiIGhlaWdodD0iMSIgZmlsbD0idXJsKCNncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkKSIgLz4KPC9zdmc+);
background: -moz-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%, #0fb4e7 100%);
 background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, color-stop(0%,#a9e4f7), color-stop(100%,#0fb4e7));
 background: -webkit-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 background: -o-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 background: -ms-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 background: linear-gradient(to bottom,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient( startColorstr='#a9e4f7', endColorstr='#0fb4e7',GradientType=0 );
}

.tbi-info {
 border: 1px solid #2BB0D7;
 background: #a9e4f7;
 background: url(data:image/svg+xml;
base64,PD94bWwgdmVyc2lvbj0iMS4wIiA/Pgo8c3ZnIHhtbG5zPSJodHRwOi8vd3d3LnczLm9yZy8yMDAwL3N2ZyIgd2lkdGg9IjEwMCUiIGhlaWdodD0iMTAwJSIgdmlld0JveD0iMCAwIDEgMSIgcHJlc2VydmVBc3BlY3RSYXRpbz0ibm9uZSI+CiAgPGxpbmVhckdyYWRpZW50IGlkPSJncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkIiBncmFkaWVudFVuaXRzPSJ1c2VyU3BhY2VPblVzZSIgeDE9IjAlIiB5MT0iMCUiIHgyPSIwJSIgeTI9IjEwMCUiPgogICAgPHN0b3Agb2Zmc2V0PSIwJSIgc3RvcC1jb2xvcj0iI2E5ZTRmNyIgc3RvcC1vcGFjaXR5PSIxIi8+CiAgICA8c3RvcCBvZmZzZXQ9IjEwMCUiIHN0b3AtY29sb3I9IiMwZmI0ZTciIHN0b3Atb3BhY2l0eT0iMSIvPgogIDwvbGluZWFyR3JhZGllbnQ+CiAgPHJlY3QgeD0iMCIgeT0iMCIgd2lkdGg9IjEiIGhlaWdodD0iMSIgZmlsbD0idXJsKCNncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkKSIgLz4KPC9zdmc+);
background: -moz-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%, #0fb4e7 100%);
 background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, color-stop(0%,#a9e4f7), color-stop(100%,#0fb4e7));
 background: -webkit-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 background: -o-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 background: -ms-linear-gradient(top,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 background: linear-gradient(to bottom,  #a9e4f7 0%,#0fb4e7 100%);
 filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient( startColorstr='#a9e4f7', endColorstr='#0fb4e7',GradientType=0 );
}

.tbi-warning {
 border: 1px solid #FFAD33;
 background: #f1e767;
 background: url(data:image/svg+xml;
base64,PD94bWwgdmVyc2lvbj0iMS4wIiA/Pgo8c3ZnIHhtbG5zPSJodHRwOi8vd3d3LnczLm9yZy8yMDAwL3N2ZyIgd2lkdGg9IjEwMCUiIGhlaWdodD0iMTAwJSIgdmlld0JveD0iMCAwIDEgMSIgcHJlc2VydmVBc3BlY3RSYXRpbz0ibm9uZSI+CiAgPGxpbmVhckdyYWRpZW50IGlkPSJncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkIiBncmFkaWVudFVuaXRzPSJ1c2VyU3BhY2VPblVzZSIgeDE9IjAlIiB5MT0iMCUiIHgyPSIwJSIgeTI9IjEwMCUiPgogICAgPHN0b3Agb2Zmc2V0PSIwJSIgc3RvcC1jb2xvcj0iI2YxZTc2NyIgc3RvcC1vcGFjaXR5PSIxIi8+CiAgICA8c3RvcCBvZmZzZXQ9IjEwMCUiIHN0b3AtY29sb3I9IiNmY2JjNWQiIHN0b3Atb3BhY2l0eT0iMSIvPgogIDwvbGluZWFyR3JhZGllbnQ+CiAgPHJlY3QgeD0iMCIgeT0iMCIgd2lkdGg9IjEiIGhlaWdodD0iMSIgZmlsbD0idXJsKCNncmFkLXVjZ2ctZ2VuZXJhdGVkKSIgLz4KPC9zdmc+);
background: -moz-linear-gradient(top,  #f1e767 0%, #fcbc5d 100%);
 background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, color-stop(0%,#f1e767), color-stop(100%,#fcbc5d));
 background: -webkit-linear-gradient(top,  #f1e767 0%,#fcbc5d 100%);
 background: -o-linear-gradient(top,  #f1e767 0%,#fcbc5d 100%);
 background: -ms-linear-gradient(top,  #f1e767 0%,#fcbc5d 100%);
 background: linear-gradient(to bottom,  #f1e767 0%,#fcbc5d 100%);
 filter: progid:DXImageTransform.Microsoft.gradient( startColorstr='#f1e767', endColorstr='#fcbc5d',GradientType=0 );
} 
  • Lalu simpan template anda.
CARA MENAMPILKAN TOOLTIP INI KE HALAMAN POSTING

Tambahkan kode berikut sesuai dengan spesifikasi tooltip yang anda inginkan pada bagian HTML editor post.
<a class="tbi-tooltip" href="#">ANCHOR TEXT HERE<span class="custom tbi-general"> TOOLTIP HERE</span></a>
Untuk Critical Tooltip Gunakan Kode ini :
<a class="tbi-tooltip" href="#">ANCHOR TEXT HERE<span class="custom tbi-critical"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBgyTp-cW0BfvdF_qIbzZKmGtQQCuhjZBo6NcD4tIjKXddtbTY0FofSkgaOvJjoDOdXd_5on0AZgpJxP4utgc2nBss6wp-zqsprhTWdw7vaZyhMciJzLQyOhMQciKv8knAzDb8DmHmcCc/s48/Critical.png" alt="Error" height="48" width="48" /><em>Critical</em>TOOLTIP HERE</span></a>
Untuk Warning Tooltip Gunakan Kode ini :
<a class="tbi-tooltip" href="#">ANCHOR TEXT HERE<span class="custom tbi-warning"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyFx8apXdaYknT1b1JGymq2EllDtNFL7PTbyQ1QnTxoRk6ZrLdEDV5h3WzlVOcvqyYtr5VDLrAeLxm9eWSq_iC_P57wa4N7RmcMqTYQnybPfmNgYU3SqQfd3mMkOkrejW0LYFHkejW2Gw/s48/Warning.png" alt="Warning" height="48" width="48" /><em>Warning</em>TOOLTIP HERE</span></a>
Untuk Help Tooltip Gunakan Kode ini :
<a class="tbi-tooltip" href="#">ANCHOR TEXT HERE<span class="custom tbi-help"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhluTqzStteV6JpAFCj2obTzRvCB-kCcslCOHigNDD944fKrgsfAU1pN5bYmjrpORCBglJo2Z-9S1FBJnU3InkwT88Oq_xcl9-RU_sf0EO7-TUOHALrrKR6EVak6eswm8gOvoHZvjk98UM/s48/Help.png" alt="Help" height="48" width="48" /><em>Help</em>TOOLTIP HERE</span></a>
Untuk Information Tooltip Gunakan Kode ini :
<a class="tbi-tooltip" href="#">ANCHOR TEXT HERE<span class="custom tbi-info"><img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZW_lO0dDH8hdKqAtCVn3fG-QJLMgsT8_Bho8HoP4FRNf5cNFvIiRiAVRyKSBZnCSMvg_UMT_Q_S3Q5NAX97ZHweYd_RFp8KTLApYorVLrRub5bYj7VmQPp68TZlwI9tKgh35DTqqPb9s/s48/Info.png" alt="Information" height="48" width="48" /><em>Information</em>TOOLTIP HERE</span></a>
CUSTOMISASI

Anda dapat mengganti tanda pager # dengan link yang akan ditampilkan pada tooltip
Ganti ANCHOR TEXT HERE dengan kalimat yang anda inginkan
Ganti TOOLTIP HERE dengan kalimat informasi yang ingin anda tambahkan

Demikian cara membuat tooltip keren bertenaga CSS3 untuk blogger. Semoga anda suka dengan widget ini dan bermanfaat bagi anda. Terimakasih.

Heather Matthews; Dahulu Gila Pesta & Seks, Kini Masuk Islam & Berhijab

kisah mualaf
Penampilan Heather Matthews  berubah drastis sejak masuk Islam. Dulu ia seorang perempuan “gila pesta” dengan penampilan super-minim. Kini berhijab atau mengenakan jilbab setelah memeluk agama Islam. Baginya Islam mengenalkannya pada kesejatian cinta dan kebahagiaan, yang tidak ia jumpai di gaya hidup lamanya.

Matthews, ibu dua anak itu, masuk Islam empat minggu lalu, dua bulan setelah pulang dari liburan di Ibiza. Ia kini bahkan mengatakan, foto-foto liburannya di Ibiza, tanpa jilbab, adalah sebuah bukti kekeliruan bagaimana dunia Barat mendefinisikan kecantikan.

“Aku melihat cara gadis-gadis masa kini berperilaku dan berdandan, mati-matian menciptakan imej untuk mereka tunjukkan pada orang lain, terutama para pria,” kata dia. “Ini adalah soal menghormati diri sendiri. Jika Anda berpakaian dan berperilaku dengan cara tertentu, baik atau buruk, itu akan mempengaruhi cara orang memperlakukan Anda.”

“Islam mengajarkan pada saya tentang kesejatian cinta, bukan hasrat palsu dan nafsu. Saat ini saya bahkan memandang perjodohan adalah hal yang logis.”

Studi kelompok lintas agama, Faith Matters menemukan, jumlah warga Inggris yang akhirnya memeluk agama Islam saat ini melewati angka 100.000, dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir. Laporan tersebut juga menyebut, dua per tiganya adalah perempuan, dengan rata-rata usia 27 tahun. Seperti halnya Matthews.

Jalannya menuju Islam diawali justru ketika ia meyakinkan mantan suaminya, Jerrome, yang baru saja menjadi muslim, bahwa Islam adalah agama yang salah. Ia yang curiga pada Islam, mulai banyak membaca untuk mendukung argumennya.

Meski mereka bercerai tahun lalu, Heather Matthews terus mempelajari Islam dan makin mengerti. Akhirnya, empat minggu lalu ia mengucap kalimat syahadat di depan ulama lokal. “Aku saat ini memiliki saudari-saudari muslim, mereka membelikan aku hijab dan buku-buku Islami untuk merayakannya. Ini luar biasa.”

Keputusannya itu menimbulkan reaksi dari teman-teman dan keluarga. Juga kenalannya yang kebetulan berpapasan, ternganga melihat kepalanya berjilbab. “Saat memakai jilbab, aku bisa tersenyum pada orang, tanpa membuat mereka berpikir, itu godaan secara seksual,” kata dia seperti dilansir Daily Mail.

Matthews juga sepakat dengan aturan Islam, yang melarang hubungan seks di luar pernikahan. Juga menyimpan kecantikan hanya untuk suami. Ia kini berhenti minum alkohol, hanya mengonsumsi makanan halal, dan berniat puasa penuh di Bulan Ramadhan.

Tak ada paksaan dalam beragama

Meski menemukan ketenangan dalam Islam, Matthews tak akan memaksakan agama barunya pada dua putrinya, Ellah (5) dan Halle (2) hasil pernikahannya dengan Jerrome. Ia memberi kesempatan pada dua putrinya untuk menemukan jalan hidupnya sendiri.

Seperti halnya dirinya. “Orang bisa saja berprasangka, aku dalam tekanan. Tapi tidak. Aku perempuan yang kuat, percaya diri, dan berpikiran bebas,” kata dia. “Aku mungkin masuk kategori orang-orang yang dianggap tak mungkin masuk Islam.”

Namun, Matthews yakin, ia tak menyesali keputusannya. “Mungkin mengejutkan, namun aku memilih Islam demi cinta dan kebahagiaan. Yang jelas hidupku telah berubah.” [dailymail]
 
Top